Home / Profil Prodi D3 Perbankan Syariah

Profil Prodi D3 Perbankan Syariah

Profil Program Diploma 3 Perbankan Syariah

Salah satu hasil terpenting dari kajian-kajian ekonomi Islam selama ini adalah lahirnya gagasan untuk membentuk bank alternatif yang bebas dari bunga. Konferensi Negara-Negara Islam Sedunia, 21-27 April 1969 menggagas sebuah bank Islam yang bersih dari sistem riba, usry-interest. Gagasan tersebut kemudian bergulir deras dikalangan ekonom Islam yang pada akhirnya mencapai titik kulminasi dengan diwujudkannya bank alternatif, yang disebut bank Islam atau bank Syariah, dan ternyata perkembangan bank Islam atau bank syariah diberbagai negara cukup mengembirakan.
Khusus kasus di Indonesia, mulai muncul dan berkembangnya bank Islam/Syariah sebagai bank anternatif melaui perjalanan atau sejarah tersendiri. Keinginan umat Islam Indonesia untuk mendirikan bank Islam sebagai salah satu bank alternatif semakin kuat ketika terjadi krisis nasional melanda negeri ini. Krisis yang luar biasa dahsyatnya tersebut hampir melanda seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak terkecuali juga menimpa perbankan nasional dalam hal-hal ini bank konvensional yang merupakan urat nadi berputarnya pada ekonomi bangsa.
Krisis perbankan nasional telah memberikan ibrah, pelajaran dan nasehat tentang perlunya segera dilakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap sistem perbankan. Juga tentang perlunya diformalisasi dan disosialisasikannya sistem perbakan alternatif yang dikelola secara amanah, halal, profesional, menguntungkan serta resisten menghadapi badai krisis. Hal ini merupakan kunci utama upaya penyehatan perbankan Indonesia.
Untuk menyukseskan misi dan keberhasilan bank syariah di tanah air diperlukan kerja keras dari semua pihak, termasuk kalangan akademisi muslim (para intelektual muslim), sebab seperti yang dikatakan K.H Ali Yafie dalam sebuah kata pengantar buku ”Perbankan Syariah dan Kedudukannya dalam Tata Hukum Perbankan Indonesia” oleh Prof.Dr. Sutan Remy Syahdeini, SH, secara garis besar ada lima tantangan utama yang dihadpi bank syariah dalam mengembangkan harapan dan amanah masyarakat, khususnya umat Islam Indonesia. Kelima tantangan tersebut adalah:Pertama, peningkatan modal; Kedua, regulasi yang memadai; Ketiga, sosialisasi dan edukasi; Keempat,kesiapan SDM, dan ; Kelima, komitmen umat.
Disisi lain, secara khusus bagi masyarakat Kalimantan Selatan yang mayoritas beragama Islam, sudah sangat lama merindukan lembaga-lembaga ekonomi yangbernuansa Islam, terutama perbankan syariah yang dalam operasionalisasinya memegang prinsip profit and los sharing, bagi hasil, bank yang dalam sosialisasinya sebagai bank yang bebas bunga. Namundi sisi lain mereka juga menyangsikan kapasitas dan kualitas para praktisi perbankan syariah tersebut.
Fakultas Syariah IAIN Antasari, sejak berdirinya sampai saat ini masih tetap menjadi salah satu lembaga pendidikan yang dipecaya masyarakat luas untuk mngembankan pendidikan dimaksud. Hal ini terbukti dengan adanya jejak pendapat yang dilaksanakan pada tanggal 20-25 Maret 2003 oleh para pejabat Fakultas Syariah ke beberapa lembaga pendidikan Madrasah Aliyah Negeri Wilayah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar untk membuka Jurusan Ekonomi Islam dan D3 Perbankan Syariah di Fakultas Syariah mendapatkan respon yang sangat positif.
Melihat realitas masyarakat dan peluang yang ada bagi Fakultas Syariah IAIN Antasari, maka pimpinan Fakultas Syariah IAIN Antasari berkeinginan untuk membuka D3 Perbankan  Syariah pada Fakultas Syariah IAIN Antasari. Selanjutnya keinginan tersebut direalisasikan dengan dibukanya penerimaan mahasiswa baruProgram Studi Diploma Tiga Perbankan Syariahangkatan pertama pada Tahun Akademik 2003/2004. Drs. Nispan Rahmi, M. Ag dipilih sebagai Ketua Program Studi Diploma Tiga (D3) Perbankan Syariah pertama dan Gt. Muzainah, MH sebagai Sekretaris.
Pembentukan Program Studi Diploma Tiga (D3) Perbankan Syariah pertama-tama mengacu kepada keputusan Senat IAIN Antasari Banjarmasin No: IN/5/SI/KP.07.6/017/2003, STATUTA IAIN Antasari Banjarmasin, dan Keputusan Menteri Agama Nomor 282 Tahun 1997 tentang Kurikulum Nasional Program Studi Strata Satu (S-1) IAIN dan STAIN. Selain itu juga mempertimbangkan peluang adanya kemungkinan mengembangkan kurikulum lokal sebagai ciri khas dari sebuah Institusi Pendidikan Tinggi.

Program Program Studi Diploma Tiga (D3) Perbankan Syariah memiliki dua buah lokal perkuliahan. Dalam upaya memperlancar proses administrasi perkantoran dan pelayanan mahasiswa, terdapat 1 ruangan Program Studi dengan luas 4 m x 6 m yang diperuntukkan bagi Ketua dan Sekretaris Jurusan, dan staf jurusan serta ruang administrasi yang dilengkapi dengan fasilitas 2 set perangkat komputer,2 printer, 3 meja kerja dan beberapa meja kerja beberapa orang dosen. Ruang kantor dilengkapi dengan seperangkat peralatan kantor antara lain, sebuah Filling cabinet, dua buah lemari, air conditioner (AC), telepon, sebuah laptop dan, jaringan internet kabel dan wi-fi. Kesemuanya dipersiapkan dalam upaya mempermudah dan mempercepat proses kerja dan terciptanya pelayanan prima. Seluruh peralatan yang ada dalam kondisi baik, terawat dan milik sendiri.
Program Studi D3 Perbankan SyariahFakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Antasari didukung didukung 8 orang dosen yang seluruhnyabersertifikat pendidik professional danbergelar magister, selebihnya didukung pula oleh para dosen lintas Program Studi yang ada di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam yang berasal dari  lulusan dalam dan luar negeri.

Visi Program Studi D3 Perbankan Syariah adalah “Unggul dalam melahirkan tenaga ahli madya perbankan syariah”.

Sejalan dengan visi tersebut, maka misi dari Program Studi D3 Perbankan Syariah sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam ranah ilmu perbankan syariah yang berkualitas dan berorientasi pada profesionalitas kerja

2. Mengembangkan riset dan kerjasama dalam bidang ekonomi dan perbankan syaria

3. Menjalin kerjasama yang produktif dengan lembaga-lembaga terkait.

Adapun tujuan mewujudkan ahli madya di bidang perbankan Syariah yang memenuhi persyaratan keahlian sebagai bankir profesional, berakhlakul karimah, dan mempunyai pengetahuan dan pemahaman terhadap nilai-nilai syariah.

Kurikulum D3 PS disusun sedemikian rupa berdasarkan masukan dari berbagai kalangan, baik dari unsur akademisi maupun dari teman-teman praktisi perbankan. Kurikulum D3 PS merupakan bagian yang strategis dalam upaya meningkatkan dan pengembangan program untuk lima tahun ke depan.

Jumlah alumni Program D3 Perbankan Syariah sejak dibuka tahun Tahun Akademik 2003/2004 1999 sampai akhir semester ganjil Tahun Akademik 2013/2014 sebanyak 240 orang.