Home / Profil Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhasiyyah)

Profil Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhasiyyah)

Profil Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhasiyyah)


images (1)
Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah), sebagai program studi tertua yang masik eksis di Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam. Pada awal dibentuk, prodi ini bernama Jurusan Qadha yang dibuka tahun 1968. Ketua Jurusan Qadha yang pertama adalah H. Mukeri Gawith, MA.Pada pada tahun 1988, jurusan Qadha mengalami perubahan nama menjadi Jurusan Peradilan Agama. Selanjutnya tahun 1995 dengan keluarnya SK. Menteri Agama No.27 Tahun 1995 tentang Kurikulum Nasional Program Studi S1. IAIN Antasari, Jurusan Peradilan Agama ini (secara inklusif) berubah nama menjadi jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah (AS) berdasarkan  Surat Keputusan Rektor IAIN Antasari No. 43 Tahun 1999.

imagesKemudian pada tahun 2003 diusulkan untuk mendapatkan persetujuan dari Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI. Usul tersebut telah ditanggapi dengan sangat positif, sehingga Dirjen kelembagaan Agama Islam mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: Dj.II/26 Tahun 2003 tentang penyelenggaraan program studi jenjang strata satu (S.1) di IAIN Antasari Banjarmasin, yang di dalamnya termasuk eksistensi Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah ini dengan nama Program Studi Ahwal Al-Syakhsiyyah (AS) Program Sarjana (S1) Fakultas Syariah.

Pada tahun 2008 Program Studi Ahwal Al-Syakhsiyyah kembali berhasil mendapatkan perpanjangan izin penyelenggaraan melalui Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI No. Dj. I/385/2008. Selanjutnya pada tahun 2009 Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Republik Indonesia berdasarkan Keputusan BAN PT No. 010/BAN-PT/Ak-XII/S1/V/2009, menyatakan bahwa Program Studi al Ahwal al Syakhshiyyah Institut Agama Islam Negeri Banjarmasin terakreditasi dengan peringkat Akreditasi B.Kemudian berdasarkan Keputusan  Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Nomor 1429 tahun 2012 secara resmi menggunakan nama Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah).

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah) didukung 13orang dosen program studi yang seluruhnya bersertifikat pendidik profesional, terdiri dari 1 orang dosen bergelar doktor, 1 orang sedang menyelesaikan pendidikan S.3 di luar negeri, 11 orang dosen bergelar magister, selebihnya didukung pula oleh para dosen lintas program studi yang ada di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam yang berasal dari  lulusan dalam dan luar negeri.

Jurusan/Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah) memiliki 4 buah lokal perkuliahan. Dalam upaya memperlancar proses administrasi perkantoran dan pelayanan mahasiswa, terdapat 1 ruangan Program Studi dengan luas 4 m x 8 m yang diperuntukkan bagi Ketua dan Sekretaris Jurusan, dan staf jurusan serta  ruang administrasi yang dilengkapi dengan fasilitas 2 set perangkat komputer,2 printer, 3 meja kerja,3 buah lemari, dan sebuah filling cabinet. Ruang kantor dilengkapi dengan seperangkat peralatan kantor antara lain, air conditioner (AC), kipas angin, telepon, jaringan internet kabel dan wi-fi. Kesemuanya dipersiapkan dalam upaya mempermudah dan mempercepat proses kerja dan terciptanya pelayanan prima. Seluruh peralatan yang ada dalam kondisi baik, terawat dan milik sendiri.

Visi Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah/AS)  adalah:”Unggul dalam Pengembangan Hukum Keluarga Islam di Indonesia”.

Adapun Misi Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah/AS)   adalah:

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang Hukum Keluarga yang berwawasan ke Indonesiaan.

2. Mengembangkan budaya ijtihad dalam penelitian hukum keluarga secara multidisipliner  yang bermanfaat bagi kepentingan akademik dan masyarakat

3. Meningkatkan peranserta dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan Hukum Keluarga bagi terwujudnya masyarakat madani

4. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pelaksanaan tri dharma perguruan di bidang Hukum Keluarga Islam.

Berdasarkan visi dan misi di atas, maka tujuan Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah) adalah: “Membentuk sarjana Hukum Islam yang menguasai dan mampu mengembangkan pengetahuan hukum Islam, khususnya hukum keluarga, baik materiel maupun formil serta mampu mengaplikasikannya untuk kepentingan pribadi maupun masyarakat”.

Untuk mendukung visi dan misi Program Studi, maka dilakukan upaya-upaya peningkatan. Peningkatan dilakukan melalui penyelenggaraan-penyelenggaraan  pembelajaran yang kondusif, aktual dan kontemporer, penyediaan sumber belajar dan penggunaan teknologi mutakhir dalam media pengajarannya, penyelenggaraan pelayanan berkualitas dan pelayanan prima. Untuk mencapai sasaran menjadi profesi yang dikehendaki dari profil lulusan program studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah) melalui peningkatan kompetensi yang mencakup kompetensi akademik, kepribadian dan keterampilan.

Kurikulum yang dibuat pun telah mengejawantahkan visi dan misi tersebut. Bahkan kurikulum senantiasa terus diperbaharui sesuai dengan tuntutan lingkungan dan dinamika yang ada pada users/stakeholders. Hasil yang diharapkan dari kurikulum tersebut adalah terwujudnya tujuan dan sasaran Program Studi. Dalam masa studi tersebut selain dibekali teori mahasiswa juga harus menempuh Praktikum A (pada Kantor Urusan Agama) dan Praktikum B (pada Pengadilan Agama) sebagai wahana pengayaan dan penerapan teori-teori yang diajarkan di bangku kuliah yang diterapkan pada Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah).

unduhan (1)Profil lulusan yang ingin dicapai adalah mampu menjadi akademisi, peneliti, tenaga ahli dan konsultan di bidang hukum keluarga, praktisi di dunia peradilan seperti hakim, panitera dan juru sita, dan lain lain.  Agar profil lulusan tersebut dapat dicapai, maka ditetapkan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang alumni, yaitu:

1. Mengetahui dan memahami serta mampu tampil dalam menganalisis persoalan persoalan hukum Islam, terutama hukum keluarga yang berkembang di masyarakat

2. Pro aktif dalam melakukan pembaharuan Hukum Islam

3. Menguasasi dan memahami teori dan praktik Ilmu Falak

4. Mampu berbicara dan berargumentasi dalam memberikan bantuan hukum terhadap klien yang berperkara di pengadilan dalam kasus kasus hukum keluarga

5. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola lembaga/administrasi peradilan dan KUA serta mengembangkan profesi di bidang hukum keperdataan Islam.

Sejak dibuka tahun 1968sampai akhir semester ganjil Tahun Akademik 2013/2014, alumni Jurusan/Program StudiHukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah) berjumlah 1362 orang. Alumni pertama tercatat atas nama Rusydi Sabri (NIM. 398/Sy) lulus pada tanggal 28 Agustus 1972.