Home / Sejarah Singkat

Sejarah Singkat

PROFIL FAKULTAS SYARIAH IAIN ANTASARI

A.   Sejarah Berdiri

Cikal bakal Fakultas Syariah diawali pada tahun 1958, ketika di Banjarmasin berdiri FakultasAgama Islam di bawah Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang resmi berdiri pada tanggal 21 September 1958. Ketuanya dijabat oleh H. Abdurrahman Ismail, MA dan H. Mastur Jahri, MA sebagai sekretaris. Setahun kemudian, pada tahun 1959, Fakultas Agama Islam ini berubah menjadi Fakultas Islamologi dan masih tetap di bawah Unlam. Pada tahun 1960 dibentuk Panitia Persiapan Fakultas Syariah Banjarmasin yang diketuai oleh K.H. Abdurrahman Ismail, MA. Sebagai upaya untuk penegerian Fakultas Islamologi Unlam menjadi Fakultas Syariah, Panitia Persiapan Fakultas Syariah Banjarmasin mengutus H.M. Daud Yahya dan Abdurrivai, BA untuk menghadap Menteri Agama K.H.M. Wahib Wahab di Jakarta guna memantapkan usaha yang sedang ditempuh.

Usaha delegasi Panitia Persiapan Fakultas Syariah ini tidak sia-sia, karena dengan keluarnya Keputusan Menteri Agama RI Nomor 28 Tahun 1960 tanggal 24 Nopember 1960 yang ditandatangani sendiri oleh K.H.M. Wahib Wahab diresmikanlah penegerian Fakultas Islamologi Banjarmasin menjadi Fakultas Syariah Al-Jamiah Al-Islamiyah al-Hukumiyah Yogyakarta Cabang Banjarmasin. Penegerian Fakultas Syariah ini terhitung mulai tanggal 15 Januari 1961 M bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1380 H. Sebagai Dekannya ditetapkan KH. Abdurrahman Ismail, MA.

Walaupun Fakultas Islamologi Banjarmasin telah dinegerikan menjadi Fakultas Syariah Al-Jamiah Al-Islamiyah al-Hukumiyah Yogyakarta Cabang Banjarmasin, keinginan masyarakat Kalimantan Selatan untuk memiliki sebuah perguruan tinggi agama Islam di daerah ini dirasakan belum belum sepenuhnya terpenuhi. Pada tanggal 20 September 1961 didirikan sebuah Universitas Islam Antasari (Unisan) yang merupakan gabungan Fakultas Ushuluddin di Amuntai, Fakultas Tarbiyah di Barabai, dan Fakultas Syariah di Kandangan dan pada Tahun 1962 ditambah fakultas baru, yaitu Fakultas Publisistik di Banjarmasin. Pengumuman berdirinya Unisan dibacakan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Maksid, pada tanggal 17 Mei 1962 di lapangan Dwiwarna Barabai pada peringatan Hari Proklamasi ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan ke-13.

Adanya Fakultas Syariah Al-Jamiah Al-Islamiyah al-Hukumiyah Yogyakarta Cabang Banjarmasin dan berdirinya Unisan sebagai modal utama untuk mendirikan IAIN Antasari. Melalui proses perjuangan panjang dan berbagai pendekatan dengan Pemerintah Pusat, maka pada tanggal 20 November 1964 berdasar pada Keputusan Menteri Agama Nomor 89 Tahun 1964 diresmikanlah Pembukaan IAIN Al Jam’iah Antasari yang berkedudukan di Banjarmasin dengan Rektor pertama H. Jafry Zamzam dengan sekaligus menetapkan pimpinan-pimpinan fakultasnya masing-masing, yaitu: H. Abdurrahman Ismail sebagai Fakultas Syariah Banjarmasin, H. Usman sebagai Dekan Fakultas Syariah Kandangan, H.M. As’ad Fakultas Tarbiyah Barabai, dan H. Abdul Wahab Sya’rani sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin Amuntai.

Dengan adanya Keputusan Menteri Agama Nomor 89 Tahun 1964 ini berarti Fakultas Syariah IAIN Al Jam’iah Antasari mempunyai dua cabang, yaitu Fakultas Syariah Banjarmasin dan Fakultas Syariah Kandangan. Fakultas Syariah yang berada di Banjarmasin sejak tahun 1961 sampai tahun 1965 menempati Kantor di Jalan Lambung Mangkurat bersama bersama tiga fakultas lainnya dari Universitas Lambung Mangkurat. Proses perkuliahanmenggunakan gedung bekas Kodam X Lambung Mangkurat di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pada Tahun 1965, kantor Fakultas Syariah dan sebagian perkuliahan dipindahkan ke gedung Sekolah Menengah Islam Atas (SMIA) di Jalan Sungai Mesa Darat. SMIA dimaksud kemudian menjadi Sekolah Persiapan IAIN dan terakhir menjadi Madrasah Aliyah Negeri 1 Banjarmasin. Sebagai lembaga pendidikan yang masih muda, kelengkapan sumber daya manusia masih dirasakan sebagai masalah.

Dalam pada itu, Kantor Fakultas Syariah Kandangan semula menumpang pada Kantor Front Nasional (sekarang Pengadilan Negeri Kandangan), sedangkan tempat perkuliahan pada Gedung PGA enam tahun di Hamawang Kiri, kemudian pada tahun 1970 pindah ke gedung milik Pemerintah Daerah yang terletak di Jalan Singakarsa Kandangan.

Fakultas Syariah Kandangan berdiri bertepatan dengan diresmikannya IAIN Al Jam’iah Antasari. Karena statusnya sebagai perguruan tinggi Islam negeri, sebagian besar mahasiswa Fakultas Adab (semula bernama Akademi Agama Islam dan Bahasa Arab) Kandangan pindah ke Fakultas Syariah Kandangan. Sejak berdiri sampai integrasi pada tahun 1978, Fakultas Syariah IAIN Al Jam’iah Antasari Kandangan hanya menyelenggarakan program Sarjana Muda. Mahasiswa yang ingin melanjutkan program sarjana lengkap kebanyakan melanjutkan ke Fakultas Syariah IAIN Al Jam’iah Antasari Banjarmasin.

Perlu dijelaskan bahwa sewaktu Fakultas Syariah Kandangan dinegerikan yang diangkat hanya Dekan yang akan memimpin. Dekan yang ditunjuk saat itu adalah KH. Usman (Lahir di Amuntai tahun 1911 dan meninggal pada usia 74 tahun di Kandangan tahun 1985), Mufti Kandangan. Sama sekali belum ada pengangkatan dosen-dosen tetap. Pegawai administrasi pun merupakan tenaga honorer. Hanya ada beberapa Pegawai Negeri Sipil yang diperbantukan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kandangan. Menurut penjelasan salah seorang pegawai Fakultas Syariah Kandangan, Murniansyah, bahwa kelangsungan perkuliahan, baik untuk gaji dosen dan karyawan, maupun untuk pembangunan fisik lebih banyak mengandalkan bantuan/donasi dari masyarakat yang peduli dengan kelangsungan pendidikan agama Islam dan bantuan pemerintah daerah setempat, selain Sumbangan Pendidikan Pendidikan (SPP) dari mahasiswa.

Pada tahun 1966, tidak lama setelah peristiwa G.30.S/PKI Kantor Pusat IAIN, termasuk Kantor Fakultas Syariah, menempati sebagian gedung Sekolah Tonghoa/WNA RRC yang telah diambilalih oleh Penguasa Daerah Kalimantan Selatan saat itu.

Pada Pelita I tahun 1969/1970 dan 1970/1971, IAIN Antasari membangunsatu unit gedung kuliah bertingkat II seluas 1.480 m2 yang terdiri dari 12 ruang/lokal. Bangunan tersebut terletak di Jalan Ahmad Yani KM. 4,5 Banjarmasin, di atas areal tanah seluas 10 ha (1.729 m2) yang diperoleh dari Bantuan Pemerintah Kalimantan Selatan.

Pada tahun 1971/1972, dibangun pula sebuah unit gedung untuk perkantoran seluas 500 m2 dengan 6 buah ruang (sekarang di atas tanah yang sama dibangun menjadi Pusat Sumber Belajar IAIN Antasari). Tidak lama setelah gedung perkantoran tersebut selesai dibangun, maka pada hari Kamis tanggal 30 Maret 1972, Kantor Pusat IAIN beserta fakultasnya, begitu pula Fakultas Syariah, dipindahkan ke Jalan Ahmad Yani KM. 4,5 Banjarmasin.

Pada tahun 1978 dilakukan integrasi konsentrasi kegiatan akademik Fakultas Syariah Kandangan ke Fakultas Syariah Banjarmasin. Sebagian dosen dan karyawan sebagian ikut pindah ke Banjarmasin dan sebagian pegawai Pemda kembali ke instansinya. Barang-barang inventaris/aset, termasuk buku-buku perpustakaan sumbangan masyarakat, mahasiswa, dan para jemaah haji, sebanyak 2 truk turut diangkut ke Banjarmasin. Pegawai yang ditugaskan untuk membawa barang inventaris/aset tersebut adalah Bapak Murniansyah. Akan tetapi, sangat disayangkan data-data penting tertulis mengenai jumlah dosen, mahasiswa, dan alumni Fakultas Syariah Kandangan tidak diketemukan lagi kecuali mengandalkan ingatan para pegawainya.

Setelah Kantor Pusat dan seluruh kegiatan perkuliahan dipindahkan ke Jalan Ahmad Yani KM. 4,5 Banjarmasin, begitu juga fakultas-fakultas yang berada di daerah, termasuk Syariah Kandangan, diintegrasikan ke Banjarmasin, maka gedung-gedung dikembalikan kepada Yayasan atau Pemerintah Daerah setempat.

Dari perjalanan sejarah IAIN Antasari kelihatan bahwa Fakultas Syariah adalah fakultas yang paling awal berdiri di daerah ini. Fakultas inilah yang menjadi modal dikemudian hari untuk berdirinya IAIN Antasari di samping fakultas-fakultas swasta yang ada di daerah.

B.   Perkembangan Kelembagaan

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama, setiap fakultas di lingkungan IAINdapat membuka jurusan. Akan tetapi, dengan beberapa pertimbangan, fakultas-fakultas dilingkungan IAIN Antasari hanya membukabeberapa jurusan sesuai dengan keperluan, dan jurusan itu pada umumnya ada pada Program Sarjana, kecuali pada Fakultas Tarbiyah sudah ada sejak program Sarjana Muda.

Fakultas Syariah Banjarmasin ketika didirikan hanya membuka Program Sarjana Muda. Program Sarjana Muda ini, tampaknya, sejak tahun akademik 1983/1984 sudah tidak menerima mahasiswa baru lagi, dan benar-benar berakhir pada tanggal 30 Juni 1987 saat mahasiswa terakhir dinyatakan lulus. Jumlah alumni Sarjana Muda Fakultas Syariah Banjarmasin sejak 1961 sampai tahun 1987 tercatat sebanyak 478 orang.

Pada tahun 1964 di Fakultas Syariah Banjarmasin dibuka Program Sarjana Jurusan Tafsir Hadis, yang kemudian atas pertimbangan kompetensi bidang kajian keilmuan, pada tahun 1986 jurusan ini dialihkan ke Fakultas Ushuluddin. Jurusan Tafsir Hadis di Fakultas Syariah sendiri secara faktual benar-benar berakhir baru pada saat dua orang mahasiswa terakhir di jurusan ini diyudisium pada akhir semester ganjil Tahun Akademik 1993/1994.

Pada tahun 1967, dibuka lagi jurusan Qadla, dan pada tahun 1980 ditambah lagi dengan Jurusan Perbandingan Mazhab, jurusan yang disebut terakhir ini tidak menerima mahasiswa lagi sejak tahun 1984 setelah menghasilkan sarjana sebanyak 27 orang. Pada tahun 1983, awal dimulainya pemberlakuan sistem perkuliahan SKS (Sistem Kredit Semester), Fakultas Syariah memiliki jurusan baru lagi, yaitu Pidana Perdata Islam. Jurusan ini mulai tahun 1988 berubah menjadi Jurusan Muamalat Jinayat, dan pada tahun 1995 berubah lagi menjadi Jurusan Muamalat. Pada tahun 1983 itu juga terjadi perubahan nama Jurusan Qadla menjadi Jurusan Peradilan Agama dan mulai tahun 1995 berubah lagi menjadi Jurusan Ahwal al-Syakhsiyyah.

Seiring dengan tuntutan masyarakat, pada tahun 1998 dibuka jurusan baru, yaitu Perbandingan Hukum dan Mazhab (PHM). Jurusan ini merupakan kelanjutan Jurusan Perbandingan Mazhab (Perma) yang ditutup tahun 1984. Setahun kemudian, yakni pada tahun 1999 dibuka lagi Jurusan Siyasah Jinayah sebagai kelanjutan Jurusan Pidana Perdata Islam yang berubah menjadi Muamalat Jinayat dan terakhir berubah menjadi Jurusan Muamalat, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Untuk menyahuti kelengkapan sumber daya manusia yang berkompoten dalam ekonomi syariah, mulai tahun 2003 Fakultas Syariah IAIN Antasari membuka jurusan/prodi baru, yaitu Ekonomi Islam dan Program Diploma Tiga Perbankan Syariah, sehingga Fakultas Syariah memiliki enam jurusan dan satu program diploma, yaitu: Jurusan Ahwal al-Syakhsiyyah, Jurusan Muamalat, Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum, Jurusan Siyasah Jinayah, Jurusan Ekonomi Islam, serta Jurusan S1 dan Program Diploma Tiga Perbankan Syariah.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1429 Tahun 2012 tentang Penataan Program Studi di Perguruan Tinggi Agama Islam beberapa nama jurusan mengalami perubahan, yaitu: Jurusan/Prodi Perbandingan Hukum dan Mazhab berubah menjadi Perbandingan Mazhab, Siyasah Jinayah menjadi Hukum Tata Negara (Siyasah), Muamalat menjadi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Ekonomi Islam menjadi Ekonomi Syariah, dan Ahwal al-Sakhsiyyah menjadi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyah).

Seiring dengan dinamika dan perkembangan beberapa jurusan/prodi di Fakultas Syariah dengan berdirinya jurusan/prodi yang baru, tidak hanya di bidang hukum Islam, tetapi juga jurusan dan prodi di bidang ekonomi Islam, maka pada tahun 2013 terbitlah Peraturan Menteri Agama RI Nomor 20 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Antasari, yang isinya antara lain mengubah nama Fakultas Syariah menjadi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam.

Pada penerimaan mahasiswa baru IAIN Antasari tahun akademik 2014/2015 Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam berencana membuka jurusan baru, yaitu Jurusan Asuransi Syariah. Penyelenggaraan jurusan ini berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2337 Tahun 2014.

Sejak berdirinya, banyak pembenahan telah dilakukan terhadap jurusan/program studi pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, mulai dari kurikulum (software), sarana dan prasarana belajar (hardware), penambahan tenaga SDM berupa dosen dan sumber daya manusia pendukung lainnya (brainware).

 

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islamumumnya berasal dari latar belakang pendidikan Madrasah Aliyah, Pondok Pesantren, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan. Sebagian besar mahasiswa berasal dari Kalimantan Selatan dan lainnya berasal dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan luar Kalimantan. Secara ekonomi, berasal dari golongan ekonomi beragam: menengah ke atas, menengah, dan menengah ke bawah. Pekerjaan orang tua mereka adalah wiraswasta, pegawai negeri sipil, petani, dan lain-lain.

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam merancang strategi pengembangan berkelanjutan selama lima tahun(2014-2019) agar fakultas ini terus berkembang secara berkesinambungan. Strategi pengembangan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam ini tetap memperhatikan hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) yang dihadapi, yaitu dengan mengoptimalkan faktor-faktor kekuatan untuk mengatasi kelemahan. Kelemahan tersebut diubah menjadi tantangan agar dapat merebut peluang yang ada dan meminimalisir kekurangan yang dihadapi.Hal tersebut harus terus menerus dilakukan melalui kerjasama yang sinergis antara pmpinan, dosen, staf administrasi, dan mahasiswa demi peningkatan kualitas pengajaran dan mutu lulusan kedepan.

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islamdidukung 81 orang dosen berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil dan hampir seluruhnya bersertifikat pendidik profesional, terdiri dari 4 orang dosen bergelar profesor doktor, 10 orang dosen bergelar doktor, 6 orang dosen sedang merampungkan program doktor, 59 orang dosen bergelar magister, 2 orang masih melanjutkan pendidikan S.2, dan 14 orang dosen kontrak non-PNS. Selain itu juga didukung tenaga administrasi sebanyak 8 orang yang berstatus PNS dan 8 orang lagi sebagai tenaga honorer.

Untuk menunjang penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bermutu, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam saat ini sudah memiliki sarana yang cukup memadai untuk pembelajaran dan terus mengupayakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana yang telah dimiliki.

Ruang perkantoran yang luas dan asri memiliki dua lantai terdiri dari 1 ruang dekan yang dilengkapi dengan 1 toilet pribadi, 3 ruang wakil dekan yang masing-masing juga dilengkapi dengan 1 toilet pribadi,7 ruang jrurusan/program studi, yakni: 1 ruang Jurusan/Program Studi Perbankan Syariah, 1 ruang Jurusan/Program Studi Ekonomi Syariah, 1 ruang Jurusan/Program Studi Hukum Ekonomi Syariah/Muamalah, 1 ruang Program Studi Hukum Keluarga/Ahwal Syakhsiyyah, 1 ruang Jurusan/Program Studi Perbandingan Mazhab, 1 ruang Jurusan/Program Studi Hukum Tata Negara/Siyasah, serta 1 ruang Program Studi D3 Perbankan Syariah, 1 ruang Kabag. TU, 1 ruang Administrasi dan Umum, 1 ruang pelayanan mahasiswa (Mikwa), 1 ruang Keuangan, 1 ruang Mushalla,  1 ruang perpustakaan, 1 ruang Pengelola Jurnal Syariah, Jurnal at-Taradhi dan Jurnal Konstitusi , serta 4 Ruang dosen yang luas lengkap dengan fasilitas pantry di dalamnya. Selain itu, ada pula ruang dapur pegawai, 4 toilet umum dan tempat wudhu yang bersih, serta sebuah mobil dinas dan parkir yang luas. Untuk kegiatan proses belajar mengajar, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islammemiliki 26 ruang kuliah kuliah dan 2 buah ruang untuk munaqasyah/seminar.

Luas jumlah ruang kuliah yang mencukupi untuk kegiatan proses belajar dan mengajar atau kegiatan akademik lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan nantinya diperlukannya penambahan ruang kuliah. Hal ini didasarkan pada semakin meningkatnya antusias masyarakat terhadap ekonomi syariah, sehingga berimbas semakin meningkat pula minat masyarakat untuk menjalani pendidikan di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa baru yang mendaftar di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dari tahun ke tahun. Tentunya hal ini harus diimbangi pula dengan peningkatan sarana perkuliahan yang bagus, yaitu dengan adanya penambahan ruang kuliah.

Setiap ruang kuliah telah tersedia sarana lengkap seperti bangku kuliah, white board, spidol, penghapus, meja dosen, kipas angin, portablekomputer (untuk Laboratorium Komputer) dan semua dalam kondisi baik, sehingga kenyamanan selama proses belajar dapat terjaga. Untuk menunjang pengajaran disediakan pula LCD dan OHP serta dilengkapi pula Power Centre Wireless Technology serta dilengkapi pula sarana penunjang seperti komputer khusus akses untuk mahasiswa, printer fhotocopy, kipas angin dan lain-lain.

Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas para mahasiswa, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam memiliki beberapa laboratorium, yaitu 1)  Laboratorium Komputer dengan 25 buah Komputer dalam kondisi baik dan semua terkoneksi internet, 2) Laboratorium Ilmu Falak dengan alat-alat laboratorium yang memadai untuk keperluan mahasiswa, seperti waterpass untuk mengukur ketinggian dan theodolit untuk mengukur sudut kemiringan, yang berguna untuk menentukan derajat ketinggian bulan dalam praktik penentuan awal bulan Ramadhan serta Syawal, 3) Laboratorium Keuangan Syariah yang menjadi wadah aplikasi keilmuan mahasiswa dalam bidang keuangan dan ekonomi syariah, dan 4) Bank Mini Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam.

Sejak awal berdiri, Fakultas Syariah sudah memiliki perpustakaan dan memiliki buku-buku pustaka yang didapatkan dari sumbangan tokoh-tokoh pendiri IAIN, jemaah haji, para alumni dan masyarakat umum. Pada tanggal 1 April 2004 Perpustakaan Fakultas Syariah mulai dibenahi dan dikelola secara profesional menempati ruangan 8 m X 9 m berada di lantai II kantor Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Ruang perpustakaan yang nyaman ditunjang dengan koleksi buku yang banyak dan lengkap serta kitab-kitab klasik karya pemikir-pemikir Islam terdahulu, jurnal-jurnal nasional maupun internasional yang sangat memadai. Perpustakaan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam pada tahun 2007 memiliki koleksi buku sebanyak 570 judul (1.750 eksemplar), sedangkan koleksi referensi berjumlah 1540 judul. Pada awal tahun 1913 jumlah koleksi perpustakaan meningkat menjadi 3578 buah buku dan pada awal tahun 2014 bertambah menjadi 3896 buah buku.

Sarana dan prasarana Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam lainnya sebagai bagian dari IAIN Antasari, antara lain mesjid, sarana olah raga dan seni, balai pengobatan, Auditorium, asrama mahasiswa, kafetaria/kantin, koperasi mahasiswa, Antasari Mart, laboratorium bahasa pada Pusat Pelayanan Bahasa yang berfungsi optimal dalam upaya pengembangan kemampuan berbahasa asing bagi dosen maupun mahasiswa, dan lain-lain.

Untuk menciptakan suasana akademik dilakukan beberapa kegiatan yang secara khusus dilakukan di beberapa wadah penggalian dan penyaluran minat maupun bakat mahasiswa yang disebut kios, seperti: kios kitab kuning, kios kaligrafi, kios penulisan ilmiah populer dan lain-lain. Juga secara periodik dilakukan diskusi baik di tingkat mahasiswa maupun dosen.

Proses pembelajaran berlangsung dengan rentang masa studi 7 sampai dengan 14 semester. Pembelajaran mengacu kepada kurikulum dan silabi yang telah ditetapkan. Program mata kuliah sesuai dengan paket yang ditawarkan pada setiap semester. Jumlah tatap muka 14-16 kali, dengan disertai dengan beragam tugas yang berorientasi pada proses studi dan produk studi dalam rangka menunjang pembelajaran dan penguasaan mahasiswa terhadap materi. Untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi, maka dilakukan evaluasi yang minimal ada dua kali per semester; ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Kemudian para mahasiswa harus menempuh Praktikum sebagai wahana pengayaan teori-teori yang diajarkan di bangku kuliah. Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa selama 2 bulan dengan terjun langsung ke masyarakat melakukan pembinaan dan pengembangan masyarakat. Skripsi merupakan bagian tugas akhir yang harus diselesaikan mahasiswa untuk mencapai gelar sarjana dalam bidang perbankan syariah dengan bobot 6 sks.